Sahabat, teman, pren, konco plek ato apa lah sebutan na. Kerap mewarnai dan melingkupi keseharian seorang anak manusia. Tanpa mreka, apalah jadina aku anda dan kamu. Tulisan kali ini dikasi judul Arti Seorang Sahabat, sedikit memberikan alasan mengapa sahabat diperlukan dalam menjalani sebuah kehidupan. Terkadang sahabat lama seakan tergerus oleh lingkungan baru, kenalan baru dan segalanya yang serba baru. Semoga aku dan anda bisa menghargai semua sahabat yang dimiliki, baik itu sahabat lama maupun yang baru. Mencari musuh itu gampang, mencari seorang sahabat sejati yang bisa mengerti kita sangat lah susa. Jagalah sahabat anda, rawatlah persahabatan anda. Jangan membiarkan persoalan kekasih, uang, dan apalah masalah laen na merusak persahabatan tersebut.

Arti Seorang Sahabat

Kenapa disaat terjatuh kita ingin seseorang memeluk kita atau sekedar menemani kita?
Mengapa juga ketika disakiti kita inginkan seseorang untuk tempat kita mengadu?
Mungkin kita akan menjadi sakit kembali ketika melihat atau mendengar seseorang yang kebetulan mirip dan dekat dengan orang yang pernah melukai kita.
Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi.
Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang.
Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita,
Yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya.

Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup.
Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan.
Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati.
Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian.

Sejauh mana beda dari semua itu?
Kenapa bersahabat?
Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri?
Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati?

Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan?

Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan.
Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita.
Memang….kita semua begitu tidak menyukai penderitaan, meski kita tahu tidaklah mungkin bisa lepas darinya.
Meski kita semua tahu hidup hanyalah ritme bergantian antara kesedihan dan kesenangan.
Walau kita sadar kebahagiaan hanya milik orang-orang yang pernah menderita dahulu.
Dan tiap orang pastilah punya arti sendiri dalam memaknai penderitaan dan kebahagiaan.

Siapa yang kita anggap sahabat?
Apakah seseorang yang tiada pernah menyakitimu?
Mungkinkah seseorang yang tidak akan pernah meninggalkanmu?
Betulkah seseorang yang kamu memutuskan untuk mempercayainya?
Atau seseorang yang tidak pernah mengatakan kebaikannya padamu?

Seumpama kita bisa mendengar hati orang lain dan memang benar mau mendengar?
Tak pernah ada yang mempunyai cita-cita untuk jadi orang jahat, dan hidup tidak berbahagia.
Seandainya kita bisa melihat dan memang benar mau melihat?
Ketika seseorang tengah tertidur pulas, Kita akan bisa untuk lebih berfikir beberapa kali sebelum berani sekedar berprangsangka keji apalagi untuk menyakitinya..

Tetapi kenapa itu terkadang terpaksa harus menyakitinya?
Disaat kita tiba-tiba merasa peduli dengan seseorang, kita seolah bisa merasakan apa yang sedang menjadi bebannya dan kita ingin meringankannya.
Namun terkadang kita sangat acuh kepada seseorang yang benar-benar membutuhkan kita.
Apa yang kita cari?

Untuk siapa dan untuk apa kita di ciptakan didunia ini?
Apa beda kita dengan orang lain?
Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata “maaf”, dibanding “aku’ , jika kita memang manganggapnya sahabat.
Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata “aku tidak mau merepotkanmu” dibanding “mengertilah diriku”, atau “pahamilah aku”, jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita.

Membayangkan kita berbahagia sendiri sedang sahabat-sahabat kita kesusahan haruskah kita makan dan tidur dengan tenang?
Mungkin lebih baik semua sahabat telah berbahagia dan kita turut berbahagia meski itu harus berbohong demi perasaan itu.
Karena surga masih terlalu luas untuk semua ini, kenapa tidak berbagi?

Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu.
Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kita menjadi seperti sekarang ini.
Bersiaplah, karena kita akan ! masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalanan hidup kita.
Berbagilah karena dengan berbagi mungkin akan terasa ringan bebanmu

Advertisements